Pertemuan Rutin dan Sarasehan Interaktif Badan Peradilan Umum (Perisai Badilum) Episode 6 : "Pemaafan Hakim dalam Era Baru Hukum Pidana: Lebih Baik dari Sekedar Memaafkan?"
Takalar, 30 April 2025 – Pengadilan Negeri Takalar turut berpartisipasi dalam kegiatan Pertemuan Rutin dan Sarasehan Interaktif Badan Peradilan Umum (Perisai Badilum) Episode 6 yang diselenggarakan secara daring oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (Ditjen Badilum).
Bertempat di Ruang Media Center Pengadilan Negeri Takalar, kegiatan ini dimulai pukul 08.30 WIB dan diikuti oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Takalar, Panitera, Sekretaris, para Hakim, serta aparatur teknis Pengadilan Negeri Takalar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Ditjen Badilum dalam meningkatkan kapasitas, integritas, dan wawasan aparatur peradilan melalui diskusi tematik yang aktual dan kontekstual.
Tema yang Menggugah: "Pemaafan Hakim dalam Era Baru Hukum Pidana: Lebih Baik dari Sekadar Memaafkan?"
Sarasehan kali ini mengangkat tema yang mendalam dan sangat relevan dengan perkembangan hukum pidana modern, yakni mengenai pemaafan oleh hakim. Dalam diskusi tersebut, dibahas bagaimana konsep pemaafan (judicial pardon) dapat diintegrasikan dalam pertimbangan hakim ketika menjatuhkan putusan, serta bagaimana hal tersebut berkontribusi pada pendekatan hukum yang lebih humanis, berkeadilan restoratif, dan tidak semata-mata represif.
Beberapa narasumber menghadirkan perspektif akademis dan praktis, termasuk pandangan filosofis, yuridis, dan etis tentang ruang dan batas pemaafan dalam sistem peradilan pidana. Para peserta diberikan kesempatan untuk berdialog secara interaktif melalui sesi tanya jawab yang terbuka.
Komitmen Terhadap Peradilan Modern
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Perisai Badilum ini, Pengadilan Negeri Takalar menunjukkan komitmennya dalam mengikuti perkembangan pemikiran hukum terkini, serta memperkuat nilai-nilai integritas dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas peradilan.
Kegiatan seperti ini menjadi ruang penting bagi para aparatur pengadilan untuk memperluas wawasan dan menyamakan persepsi terhadap isu-isu penting dalam sistem hukum nasional. Diharapkan, hasil dari sarasehan ini dapat menjadi inspirasi dan rujukan dalam penerapan prinsip keadilan yang lebih substansial dan berorientasi pada kemanusiaan.
#PNTakalar #PerisaiBadilum6 #SarasehanBadilum #HakimBerintegritas #HukumPidanaModern #JudicialPardon #PeradilanHumanis #BeritaPengadilan


