Sosialisasi dan Simulasi Evakuasi Penanggulangan Bencana Banjir di Pengadilan Negeri Takalar
Pengadilan Negeri Takalar melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Evakuasi Penanggulangan Bencana Banjir sebagai langkah peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi risiko terhadap potensi keadaan darurat di lingkungan satuan kerja. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Takalar.
Sosialisasi dan simulasi ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada seluruh aparatur mengenai langkah-langkah cepat dan tepat ketika menghadapi situasi banjir, termasuk pentingnya respon awal, pola evakuasi, serta penerapan standar keselamatan di area perkantoran.
Materi disampaikan langsung oleh tim BPBD Takalar yang menjelaskan berbagai potensi risiko banjir, cara mengenali tanda-tanda awal bencana, serta prosedur penanganan untuk meminimalkan dampak dan ancaman keselamatan. Seluruh peserta mendapatkan penjelasan mengenai tata cara evakuasi, peran masing-masing individu, dan pentingnya komunikasi dalam situasi darurat.
Simulasi dilaksanakan di area kantor Pengadilan Negeri Takalar dan mencakup beberapa tahapan penting, antara lain:
1. Aktivasi Sirine sebagai Peringatan Dini
Peringatan bahaya disampaikan melalui sirine yang diperdengarkan lewat speaker kantor, memastikan seluruh area dapat menerima notifikasi secara cepat dan serentak.
2. Pemutusan Aliran Listrik
Sebagai langkah pencegahan terhadap potensi korsleting dan risiko kebakaran, dilakukan pemadaman listrik internal begitu kondisi darurat diumumkan.
3. Evakuasi Menuju Titik Kumpul
Seluruh aparatur dievakuasi secara terarah menuju titik kumpul evakuasi yang terletak di area terbuka halaman kantor. Petugas memastikan proses evakuasi berjalan tertib, cepat, dan sesuai jalur yang telah ditentukan.
Melalui kegiatan ini, Pengadilan Negeri Takalar menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan kerja yang aman, tanggap, dan siap menghadapi potensi bencana. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitigasi diharapkan dapat meminimalkan risiko serta memastikan keselamatan seluruh aparatur dalam situasi darurat.
Kegiatan sosialisasi dan simulasi ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam memperkuat budaya kesiapsiagaan dan respons cepat di lingkungan peradilan, selaras dengan upaya mewujudkan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.

.jpeg)
